Image page cover

Sinergi Antar Bregada: Kawedanan Kaprajuritan Gelar Eksibisi Olah Kridha Kaprajuritan Bersama Bregada Rakyat DIY

Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, Senin (17/08), Kawedanan Kaprajuritan Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat menggelar Eksibisi Olah Kridha Kaprajuritan di Pelataran Kamandhungan Kidul. Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan Bregada Rakyat dari berbagai wilayah di Daerah Istimewa Yogyakarta.

Eksibisi ini berfungsi sebagai sarana pengenalan Pamulangan Olah Kridha Kaprajuritan bagi Abdi Dalem prajurit Keraton Yogyakarta Hadiningrat. Melalui acara ini, anggota kelompok Bregada Rakyat berkesempatan mengenal dan mencoba secara langsung berbagai keterampilan ketangkasan keprajuritan.

01

Pamulangan Olah Kridha Kaprajuritan merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang bertujuan meningkatkan keterampilan Abdi Dalem prajurit, khususnya dalam bidang ketangkasan keprajuritan. Berbagai keterampilan yang dipelajari antara lain jemparingan atau panahan tradisional, tulupan atau sumpit, plinthengan atau ketapel, serta pencaksilat.

Sebanyak 68 perwakilan Bregada Rakyat dari berbagai kabupaten dan kota di Daerah Istimewa Yogyakarta hadir untuk memperoleh penjelasan mengenai program Pamulangan Olah Kridha yang disampaikan oleh Kawedanan Kaprajuritan. Dalam pemaparannya, Abdi Dalem prajurit sebagai salah satu unsur pelestari seni keprajuritan Mataram tidak hanya menjalankan tugas dalam barisan defile pada berbagai upacara adat, tetapi juga senantiasa mengasah dan melestarikan beragam keterampilan keprajuritan.

03

Setelah mendapatkan teori, para perwakilan Bregada Rakyat dibagi ke dalam lima kelompok untuk mengikuti sesi praktik. Semua berkesempatan mencoba secara langsung berbagai cabang olah kridha, mulai dari jemparingan, tulupan, dan plinthengan, hingga teknik dasar pencaksilat. Suasana makin semarak ketika para peserta memulai berbagai keterampilan tersebut. Peserta yang berhasil mengenai sasaran atau memperoleh poin mendapatkan apresiasi berupa buku-buku terbitan Kawedanan Kridhamardawa, di antaranya: Buron Wana, Awisan Dalem Bathik, dan Katalog Busana Aparatur Nagari.

Dalam sesi praktik, olah jemparingan yang diperkenalkan terdiri atas dua jenis, yaitu Jemparingan Mataram dan Jemparingan JBN (Jemparingan Bandhul Nusantara). Perbedaan keduanya terletak pada cara memegang gandewa atau busur. Dalam Jemparingan Mataram, busur dipegang dalam posisi membentang horizontal, sedangkan pada Jemparingan JBN, busur dipegang dalam posisi diagonal. Dalam praktiknya, peserta menghadapi tantangan tersendiri ketika mencoba Jemparingan Mataram. Pada jenis ini, pemanah membidik dengan mengandalkan perasaan (feeling), bukan menggunakan pandangan mata secara langsung seperti pada Jemparingan JBN. Selain itu, kegiatan memanah dilakukan dalam posisi duduk bersila.

07

Selain jemparingan, peserta juga diperkenalkan dengan tulupan atau sumpit. Olah kridha ini merupakan keterampilan meniupkan peluru melalui bambu atau pipa panjang yang disebut tulup. Peluru yang digunakan memiliki ujung runcing dan dikenal dengan nama ancar. Para peserta mencoba mengukur kekuatan napas dengan meniupkan ancar menuju sasaran dari jarak 15 meter dalam posisi duduk bersila.

Olah kridha berikutnya adalah plinthengan. Keterampilan ini mengingatkan peserta pada permainan masa lampau berupa ketapel yang umumnya terbuat dari kayu bercabang. Namun, plinthengan yang digunakan di Kawedanan Kaprajuritan telah mengalami modifikasi. Dalam praktiknya, peserta mencoba menembakkan peluru berupa gotri menggunakan ketapel untuk menjatuhkan sasaran yang telah ditentukan.

02

Tidak kalah menarik, peserta juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal dasar-dasar pencaksilat. Dalam olah kridha ini, para peserta memperagakan gerakan-gerakan dasar pencaksilat di bawah bimbingan Perpi Harimurti. Gerakan yang diajarkan meliputi posisi dasar tubuh serta teknik serangan menggunakan tangan. Selain mendapatkan kesempatan untuk mempraktikkan gerakan dasar, peserta juga menyaksikan peragaan pertandingan pencaksilat.

05

“Dengan adanya kegiatan ini, kami berharap Bregada Rakyat dapat terinspirasi untuk meningkatkan kapasitas dan mengembangkan keterampilan, tidak hanya dalam seni baris-berbaris, tetapi juga dalam keterampilan olah kridha lainnya. Selain itu, kami berharap ke depan Pamulangan Olah Kridha Kaprajuritan tidak hanya diikuti oleh Abdi Dalem prajurit maupun Abdi Dalem lainnya, tetapi juga dapat menjadi ruang pembelajaran bagi anggota Bregada Rakyat di Daerah Istimewa Yogyakarta,” ungkap KPH Notonegoro, Penghageng II Kawedanan Kaprajuritan sekaligus Manggala Prajurit Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat.

Bagi masyarakat umum yang bergabung dalam Bregada Rakyat, kegiatan ini menjadi pengalaman yang berkesan. Peserta tidak hanya menyaksikan, tetapi juga berkesempatan mencoba secara langsung berbagai kegiatan dalam Pamulangan Olah Kridha Kaprajuritan.

06

“Kami selaku perwakilan Bregada Rakyat merasa terhormat dapat menerima undangan untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini. Menurut saya, kegiatan ini merupakan terobosan yang sangat baik. Tentunya peserta mendapatkan pengetahuan dan, yang paling utama, pengalaman yang hanya didapatkan melalui kegiatan seperti ini,” urai Adi Nurwidiyanto, Panji Bregada Rakyat Suryatmaja yang turut menjadi peserta.

Menjelang matahari tenggelam di ufuk barat, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pertunjukan keterampilan olah senjata oleh Abdi Dalem prajurit yang tergabung dalam kelompok kolone senjata Kridha Bramastra Bregada Wirabraja dan Bregada Mantrijero. Diiringi alunan tembang tengara, Prajurit Wirabraja mengawali atraksi dengan membentuk formasi dan memainkan senjata mereka. Atraksi kemudian dilanjutkan oleh Bregada Mantrijero, yang memperagakan keterampilan memegang senjata dengan langkah yang tegap, gerakan yang tegas, serta formasi yang kompak. Peragaan keterampilan olah senjata tersebut menjadi penutup rangkaian kegiatan yang menarik perhatian para peserta. Atraksi yang ditampilkan oleh para Abdi Dalem prajurit pun disambut dengan riuh tepuk tangan sebagai bentuk apresiasi dari seluruh peserta yang hadir.

08