Kedhaton Ambarrukmo
Kedhaton Ambarrukmo mempunyai sejarah panjang. Mulai dibangun pada masa pemerintahan Sri Sultan Hamengku Buwono II (1792-1812), kawasan ini awalnya merupakan kebun anggrek kerajaan atau jenu. Seiring waktu, lokasi ini beralih fungsi menjadi sasana istirahat Sultan saat berkunjung ke luar istana. Fungsi lainnya adalah tempat penyambutan tamu istana dan tempat perundingan dengan pihak asing. Salah satu perundingan penting yang pernah terselenggara di jenu adalah perundingan antara Sri Sultan Hamengku Buwono II dan Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels yang waktu itu mengunjungi Yogyakarta selama lima hari (29 Juli - 2 Agustus 1809). Kunjungan Daendels ini cukup berkesan, tetapi menimbulkan kerumitan karena munculnya perbedaan pendapat mengenai protokol penyambutan, terutama perihal susunan tempat duduk.