Sederhana Sarat Makna: Pembagian Ubarampe Pareden Garebeg Mulud Be 1960/2026
Hiruk pikuk gelaran Hajad Dalem Sekaten Be 1960/2026 baru saja berakhir dengan prosesi Kondur Gangsa. Tak sampai 24 jam pascaprosesi puncak Sekaten, Kagungan Dalem Bangsal Srimanganti kembali tampak sibuk pada Rabu (26/08) pagi. Tepat saat genta berdentang delapan kali, Abdi Dalem Keraton Yogyakarta berbusana Jawa lengkap mulai duduk bersila di teras Bangsal Srimanganti. Sementara di atas pendapa, ratusan ubarampe pareden telah tertata rapi di dalam ancak (wadah dari bambu). Prosesi Garebeg Mulud Be 1960/2026 dalam rangka memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW tinggal menunggu waktu untuk digelar secara sederhana.
“Dhawuh Dalem (perintah dari Sultan) terkait penyelenggaraan Garebeg masih sama, kami menerima dhawuh untuk menyederhanakan prosesi Garebeg dimulai dari Garebeg Besar Dal 1959 kemarin sampai sekarang Mulud juga masih dengan konsep pembagian ubarampe pareden. Meski begitu, karena ini bulan Mulud, jadi rangkaian Hajad Dalem Sekaten dari Miyos Gangsa hingga Kondur Gangsa kemarin juga tetap digelar,” ujar KRT Kusumanegara, salah satu Abdi Dalem berpangkat Bupati Nayaka di Keraton Yogyakarta.

Sekira pukul 09.30 WIB, Abdi Dalem Kanca Kaji mengawali prosesi pembagian ubarampe pareden dengan memimpin doa bersama secara khidmat. Usai didoakan, Putra Dalem Putri GKR Mangkubumi, GKR Condrokirono, GKR Hayu, GKR Bendara, Mantu Dalem KPH Purbodiningrat, dan Wayah Dalem RM Drasthya Wironegoro membagikan 4000 buah ubarampe pareden berupa rengginang kepada perwakilan Abdi Dalem yang hadir. Selanjutnya, ubarampe pareden kemudian dibagikan di masing-masing kawedanan hageng dan kawedanan.
Adapun rengginang adalah kue ketan berwarna putih dan berbentuk bundar. Selain rengginang, terdapat tlapukan yang terbuat dari ketan beraneka warna dan berbentuk bintang. Setiap rengginang dan tlapukan dihiasi dengan kucu dan upil-upil. Kucu berbentuk bulatan kecil berwarna putih sedangkan upil-upil berbentuk persegi panjang dan dibuat dalam lima warna, putih, merah, kuning, hijau, dan hitam.

Beberapa perwakilan Abdi Dalem juga tampak bergotong royong membawakan ratusan rengginang untuk sesama Abdi Dalem lain yang telah menanti di tepas Kawedanan masing-masing, seperti Kawedanan Kridamardawa, Kawedanan Widyabudaya, Kawedanan Sri Wandawa dan Kawedanan Kaprajuritan yang tercatat memiliki ratusan Abdi Dalem. Iring-iringan ubarampe pareden yang dibawa beserta ancak-nya oleh prajurit keraton dari Bangsal Srimanganti ke Bangsal Kamagangan Kidul yang menjadi tempat pusat kegiatan Kawedanan Kaprajuritan pun sempat menyita perhatian warga.
“Meski digelar sederhana, tidak ada gunungan dan iring-iringan prajurit yang mengawal gunungan, namun makna dan esensi sedekah raja pada kawula tetap ada dan terjaga dengan pembagian ubarampe pareden kepada seluruh Abdi Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat tanpa terkecuali,” pungkas KRT Kusumanegara.

PALING BANYAK DIBACA
- Pentas Wayang Wong Gana Kalajaya, Perkuat Hubungan Diplomatik Indonesia-India
- Peringati Hari Musik Sedunia, Keraton Yogyakarta Gelar Royal Orchestra dan Rilis Album Gendhing Soran Volume 1
- Talk Show: Kendhangan Ketawang Gaya Yogyakarta dan Launching Kendhangan Ketawang
- Bojakrama, Pameran Jamuan di Keraton Yogyakarta Usai Digelar
- Tetap Patuhi Prokes, Pembagian Ubarampe Gunungan Garebeg Besar Digelar Terbatas