Image page cover

Kenalkan Akar Budaya Sejak Dini, Keraton Sukses Gelar Gya! Dolan Sesarengan untuk Kelima Kalinya

Keraton Yogyakarta melalui Kawedanan Radya Kartiyasa kembali menggelar festival anak tahunan dengan jenama Gya! Dolan Sesarengan pada Sabtu dan Minggu, 25 - 26 Juli 2026, di Museum Wahanarata. Gelaran kelima ini mengusung tema “Lelakon Bocah ing Museum” dan hadir sebagai ruang edukasi sekaligus arena bermain interaktif bagi anak-anak untuk mengenal warisan leluhur serta menyusuri museum secara menyenangkan.

Rangkaian acara diawali dengan pembukaan resmi yang ditandai pemutaran permainan Otok-otok oleh Gusti Kanjeng Ratu Bendara selaku Penghageng Kawedanan Hageng Punakawan Nitya Budaya. Sepanjang dua hari pelaksanaan, ribuan pengunjung dari kalangan anak-anak, pelajar, hingga orang tua begitu antusias mengikuti berbagai kegiatan edukatif. Perhelatan ini juga menghadirkan wahana permainan anak nusantara seperti egrang, bakiak, dakon, hingga gelaran pertunjukan seni tari dan musik anak.

Gya Dolan 2 01 Small

Gusti Bendara menegaskan pentingnya mengenalkan akar budaya sejak usia dini melalui pendekatan yang adaptif dan relevan dengan perkembangan zaman. Sehingga permainan dan aktivasi kegiatan anak dapat dilakukan dengan lebih menyenangkan.

Gya Dolan Sesarengan bukan sekadar sarana rekreasi, melainkan media internalisasi nilai-nilai luhur budi pekerti Jawa kepada generasi penerus. Melalui interaksi langsung dalam permainan tradisional dan seni pertunjukan, kita ingin menanamkan rasa bangga serta kepemilikan anak-anak terhadap warisan budaya tanpa menanggalkan kegembiraan masa kecil mereka,” ungkap Gusti Bendara.

Gya Dolan 15 12 Small

Guna mengasah kreativitas dan keterampilan para peserta, perhelatan tahun ini dimeriahkan dengan beragam lomba dan lokakarya interaktif. Kategori lomba yang diadakan meliputi Lomba Mewarnai dan Lomba Gerak Lagu Dolanan Anak. Pengadaan lomba tersebut terbagi kedalam kategori TK, SD, dan SLB. Gya! Dolan Sesarengan berkomitmen untuk menghadirkan ruang inklusif bagi penyandang disabilitas melalui berbagai aspek. Hal tersebut makin menegaskan bahwa Gya! Dolan Sesarengan mampu memberi kesempatan yang sama bagi setiap anak untuk belajar, berkarya, dan merasakan kegembiraan dalam kegiatan ini. 

Ketua Panitia Gya! Dolan Sesarengan 2026 sekaligus Kepala Unit Museum Wahanarata, Kanjeng Raden Tumenggung Condrokusuma, menyampaikan apresiasi atas tingginya partisipasi masyarakat dalam gelaran tahun ini. Hal ini terangkum dalam kuota peserta lomba dan kegiatan lainnya yang telah ludes diminati.

Gya Dolan 4 03 Small

“Antusiasme anak-anak dan para orang tua sungguh di luar ekspektasi kami. Lebih dari dua ratus peserta terdaftar dalam berbagai workshop dan lomba. Kami berharap melalui momentum Gya! Dolan Sesarengan ini, benih kebudayaan dapat tumbuh subur di hati generasi muda, sehingga pelestarian adat dan tradisi dapat terus berkelanjutan secara alami,” ungkap KRT Condrokusuma.

Selain perlombaan, Gya! Dolan Sesarengan juga terangkum dalam kegiatan lokakarya topeng kuda, lokakarya otok-otok, lokakarya manik-manik, hadirnya banyak stan kuliner tradisional, hingga kegiatan perdana bagi ‘Kusir Cilik’, sebuah kegiatan anak untuk menyusuri Museum Wahanarata dengan lebih interaktif. Melalui keberlanjutan perhelatan Gya! Dolan Sesarengan, Keraton Yogyakarta menegaskan komitmennya untuk senantiasa menjadi benteng kebudayaan yang adaptif, ramah anak, dan terus menginspirasi masyarakat dalam merawat kebhinekaan serta kearifan lokal.

Gya Dolan 13 11 Small