Image page cover

Wujud Pelestarian dan Pemeliharaan, Keraton Lakukan Uji Kelayakan Kagungan Dalem Kereta Pusaka

Kagungan Dalem Wahanarata yang dahulu dikenal sebagai Museum Kereta Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat terus berbenah. Tak hanya melakukan renovasi fisik dan menghadirkan beragam inovasi teknologi untuk memberikan pengalaman wisata terbaik bagi pengunjung, namun juga mengintensifkan program pemeliharaan Kagungan Dalem Rata (kereta milik Keraton Yogyakarta) sebagai wujud pelestarian. Program konservasi berbagai kereta pusaka milik keraton terus berjalan selama beberapa tahun terakhir, di mana uji coba kelayakan jalan kereta menjadi bagian penting yang tak terpisahkan dari keseluruhan proses konservasi.

01 01 Small

Senin Pon (11/05) lalu, Kagungan Dalem Wahanarata bersama Laboratorium Konservasi Keraton Yogyakarta melaksanakan geladi uji kelayakan Kereta Kiai Harsunaba. Kereta yang merupakan Titihan Dalem peninggalan Sri Sultan Hamengku Buwono VI ini merupakan mahakarya utamanya buatan bengkel Hermans & Co di Den Haag, Belanda, pada tahun 1860, dan tambahan aksesori pada luar tangga serta lapisan jok buatan pabrik G. Barendse Semarang. Kini, di usianya yang telah menyentuh angka 166 tahun, Kiai Harsunaba tetap berdiri gagah dalam balutan warna emas yang ikonik serta hiasan mahkota di setiap sudut atapnya, seolah menolak untuk pudar dimakan usia. Sementara itu, geladi ini dilakukan untuk memastikan koleksi kereta Keraton Yogyakarta tetap terjaga dengan prima, bukan hanya layak dipamerkan di museum, tetapi juga tetap layak digunakan sebagaimana mestinya.

03 03 Small

Kegiatan uji kelayakan kali ini mengambil rute berkeliling Alun-Alun Utara dengan melibatkan personel khusus dari internal Keraton Yogyakarta. Bertindak sebagai penguji teknis adalah tim Laboratorium Konservasi Keraton Yogyakarta, sementara posisi kusir dipegang oleh Abdi Dalem Kanca Rata, didampingi oleh Abdi Dalem Kanca Somatali yang bertanggung jawab penuh dalam mengurus dan memastikan kondisi kesehatan kuda penariknya. Sejarah mencatat bahwa pada masa keemasannya, Kiai Harsunaba kerap digunakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VI, Sri Sultan Hamengku Buwono VII, hingga Sri Sultan Hamengku Buwono VIII dalam berbagai kegiatan resmi dan upacara adat.

Kepala Unit Kagungan Dalem Wahanarata, KRT Candrakusuma, menjelaskan bahwa agenda ini bukan sekadar rutinitas pembersihan, melainkan pengujian fungsi secara menyeluruh.

05 05 Small

"Geladi ini dilakukan untuk memastikan koleksi kereta Keraton Yogyakarta bukan hanya layak dipamerkan di museum secara visual, tetapi juga tetap layak digunakan sebagaimana mestinya. Dari hasil uji kelayakan ini nanti akan ada surat rekomendasi, apakah kereta-kereta ini perlu perbaikan atau konservasi lebih lanjut untuk menjaga strukturnya.”

Lebih dari sekadar alat transportasi tradisional, Kiai Harsunaba adalah saksi hidup perjalanan raja-raja Yogyakarta dan simbol kewibawaan budaya yang tak ternilai harganya. Ia menjadi pusaka pengingat bahwa tradisi besar Keraton Yogyakarta tidak pernah benar-benar berhenti berjalan, melainkan terus bergerak dinamis menyesuaikan waktu tanpa meninggalkan jati dirinya. 

06 06 Small

Rencananya, uji kelayakan serupa akan dilakukan secara berkala dan rutin terhadap seluruh kereta yang ada di Museum Wahanarata. Langkah ini diambil demi menjamin seluruh koleksi berharga milik Keraton Yogyakarta tetap berada dalam kondisi prima, sehingga warisan budaya ini dapat terus melintasi zaman dan menyapa generasi masa depan dalam keadaan yang tetap utuh dan fungsional.

“Sebagai wujud komitmen kami akan pelestarian, uji kelayakan jalan kereta sebagai bagian dari konservasi ini merupakan keniscayaan. Uji kelayakan jalan kereta pusaka dengan ditarik beberapa kuda seperti ini akan menjadi salah satu kegiatan yang biasa terjadi ketika kereta sudah selesai dikonservasi atau diperbaiki,” imbuh KRT Candrakusuma.

09 09 Small