Tamanan Seri Ke-62: Kalimat Pertanyaan
- Senin, 28 September 2026
Salah satu bentuk kekayaan bahasa Jawa adalah penggunaan kata tanya dalam ragam tingkat tutur (ngoko dan krama), yang dikenal dengan istilah Tembung Pitakon. Dengan mempelajari istilah-istilah ini, anak-anak tidak hanya belajar kosakata baru, tetapi juga diajak untuk melatih kemampuan bernalar kritis serta memahami dasar unggah-ungguh (sopan santun) saat bertanya atau berkomunikasi dengan orang lain sejak dini.

Dunia anak penuh dengan rasa ingin tahu terhadap lingkungan di sekitar mereka. Melalui tema Tembung Pitakon, orang tua dapat mengajak anak mengeksplorasi cara bertanya yang tepat, mulai dari menanyakan hal sederhana hingga menyusun percakapan yang santun. Misalnya, ketika anak mengetahui bahwa kata apa? dalam ngoko menjadi menapa? (dalam krama), atau kapan? menjadi rikala menapa / mbenjing menapa?, serta di mana? menjadi wonten pundi?. Hal ini akan memicu rasa ingin tahu anak. Selain itu, kemampuan ini mendukung perkembangan kognitif serta menanamkan rasa cinta terhadap kekayaan budaya dan budi pekerti sejak dini.

Tidak hanya memperkaya wawasan, mengenal istilah-istilah ini juga melatih kepekaan bahasa. Beberapa cara efektif untuk mengajak anak mengenal ragam kata tanya, khususnya jenis-jenis Tembung Pitakon dalam bahasa Jawa, antara lain:
- Gunakan kartu bergambar (flashcard), yang menunjukkan konteks situasi bertanya beserta kata tanya dalam bentuk ngoko dan krama.
- Ajak anak bermain peran (role-play) sederhana (seperti simulasi percakapan sehari-hari) untuk mempraktikkan langsung kata tanya yang sedang dipelajari.
- Gunakan permainan kuis tebak kata tanya untuk melatih ketepatan memilih kata dengan cara yang menyenangkan.
- Bacakan cerita atau dialog pendek yang menyelipkan istilah kata-kata tanya tersebut agar anak terbiasa mendengar dan memahami penggunaannya.
Keraton Yogyakarta melalui rubrik Tamanan, menyajikan sarana belajar dengan media kartu bergambar bertemakan Tembung Pitakon. Media ini dirancang agar orang tua dapat berinteraksi secara aktif dengan anak melalui metode bermain sambil belajar. Kartu ini dapat diunduh, dicetak, dan digunakan bersama-sama sebagai aktivitas keluarga yang edukatif.

Kartu bergambar dalam Tamanan edisi kali ini disajikan dalam 2 bahasa, yakni bahasa Indonesia dan bahasa Jawa dengan penulisan JGST (Javanese General System of Transliteration), PUJL (Pedoman Umum Jawa Latin), serta Aksara Jawa. Hal ini bertujuan untuk menguatkan literasi bahasa daerah dan memperkenalkan kembali aksara leluhur kepada masyarakat luas. Aktivitas ini sangat fleksibel, dapat dimainkan oleh anak usia dini mulai 3 tahun hingga remaja dan dewasa yang ingin memperdalam kemampuan berbahasa Jawa.

Simak kartu bergambar dan audio pengujaran dalam pranala berikut.
Tamanan - Audio Tembung Pitakon.wav (8,7 MB)
Tamanan - Kartu Bergambar Tembung Pitakon.pdf (18,8 MB)