Proceeding International Symposium on Javanese Culture Volume 7, 2026
| Edisi | : | 2026 |
| Penerbit | : | Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat |
| Ukuran | : | 21 x 29.7 cm |
| Halaman | : | xvi + 228 |
| Kota Terbit | : | Yogyakarta |
| ISSN | : | 3032-6192 |
Sejarah mencatat bahwa sejak tahun 1755, Sri Sultan Hamengku Buwono I telah meletakkan fondasi arsitektur dan tata ruang yang sangat visioner. Beliau bukan sekadar pemimpin, melainkan arsitek andal yang membangun Yogyakarta dengan corak konsentris atau mandala.
Beliau menciptakan tetenger yang menegaskan harmonisasi antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Konsepsi Hamemayu Hayuning Bawono diejawantahkan secara fisik melalui Poros Filosofis —mulai dari Panggung Krapyak, Keraton, hingga Tugu Golong Gilig— yang mencerminkan siklus hidup manusia dalam filosofi Sangkan Paraning Dumadi. Namun, perjalanan tata ruang ini tidaklah statis. Keraton Yogyakarta menghadapi tantangan zaman, mulai dari negosiasi dengan tata ruang kolonial pada abad ke-19, peristiwa Geger Sepehi, hingga dinamika modern pasca-kemerdekaan RI. Melalui simposium ini, kami ingin menggali kembali bagaimana nilai-nilai Tata Rakiting Wewangunan dan batas-batas wilayah agar tetap relevan sebagai identitas kultural di tengah gerak cepat perkembangan kota.
Efektivitas Benteng Baluwarti dalam Peristiwa Geger Sepoy (1812): Sebuah Tinjauan Battlefield Archaeology Rizky Ramadhani Satrio Wibisono 29
Kartografi Kristis Sumbu Filosofi Yogyakarta: Negosiasi Kosmologi Jawa dan Tata Ruang Kolonial Abad 19-21 Saifuddin Alif Nurdianto 47
Dari Pendapa Sakral ke Panggung Budaya: Tari Istana dan Reartikulasi Ruang di Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat Anastasia Melati Listyorini 64
Floating Pavilion in a Pleasure Garden: The Depiction of a Palace Garden in Panji Jayakusuma MSS JAV. 68 Muhammad Faiz 81
Aktivasi Arsip Visual dan Media Imersif Pelestarian Nilai Filosofis Tata Ruang Kasultanan Yogyakarta Thibburruhany 97
Arsitektur, Rupa, dan Ragam Hias Makam-makam Tua di Pasareyan Kagungan Dalem Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat M. Yaser Arafat 114
"Kini Dipagari": Alun-Alun Utara Karaton Ngayogyakarta Hadiningrat Dalam Transisi Memori Kolektif Rahmadi Fajar Himawan 137
Walking Tours as Placemaking Strategy: Constructing Spatial Narratives in Jeron Beteng, Yogyakarta Rud Yoneko Tunggadewi, Armita Sharfina, Nuzuli Ziadatun Ni'mah 161
Yogyakarta Axis Continuity: Temporal – Spatial Comparison With Beijing and Paris Irina Safitri Zen 181
Materi proceeding dapat diunduh melalui tautan berikut:
Proceeding International Symposium on Javanese Culture Volume 7, 2026.pdf (34,2MB)